Pengurus Baru 2016

Hello sobat .. !!

Perkenalkan namaku Dhuha Haya Rohana, biasa dipanggil Dhuha. Kelas XII APK1. Telah menjadi anggota DISC kurang lebih selama 2 tahun.

Nah, kali ini aku mau sedikit sharing tentang kepengurusan komunitas ini ,sobat. Jadi, dulunya pada awal aku masuk komunitas ketuanya adalah kak Garry Priambudi seorang ketua sekaligus pembentuk DISC bersama kawan-kawan :D. Namun, setelah mereka lulus, terpaksa kita mencari pengganti kak Garry sebagai ketua untuk mengatur perkembangan komunitas di area sekolah. Untuk senior pun tidak lepas tangan menyerahkan DISC begitu saja. Mereka sering mengunjungi sekolah untuk memantau perkembangan DISC dan juga memberi saran dan solusi untuk permasalahan komunitas. Padahal ya.. mereka itu mahasiswa pastinya kuliah dong (yaiyalah) dan juga mereka juga diselingi dengan bekerja. Coba bayangkan, udah kuliah, kerja, belum lagi tugas kuliah mereka tetap menyempatkan waktunya untuk datang ke sekolah hanya sekedar mantau perkembangan DISC. Yaah… semoga aku dan lainnya bisa mencontoh kakak senior yang sikapnya profesional ^_^ .

Oke kembali ke pengurusan baru 😀 //

Berhubung teman kita yaitu Gany Wijaya telah menjadi ketua selama 2 tahun dan juga kini dia telah menduduki kelas 12, dan pastinya ia segera fokus ujian bukan? Maka dari itu, jabatan ketuaya akan diserahkan kepada adik kelas. Selain menggantikan Gany, dapat melatih diri untuk sebagai seorang pemimpin. Nah, untuk mencari sesuatu yang berbeda, kami memilih seorang perempuan untuk sebagai ketua. Sebelumnya dari menduduki jabatan ketua ialah Gany Wijaya dan diwakili oleh Rovita Febrianti. Sebelumnya Gany merasa terbebani atas jabatannya, karena mungkin ini kali pertama baginya untuk memimpin komunitas. Pada awalnya ia merasa canggung dan gugup bila bicara di depan teman-teman untuk sekedar menyampaikan pendapat apalagi menyampaikan sambutan di setiap acara seperti seminar dan pelatihan. Namun seirng berjalannya waktu, Gany merasa terbiasa dengan jabatannya. Ia lebih sering mengajak rapat, menyampaikan saran dan juga mengatur jalannya komunitas tersebut. Mungkin waktu 2 tahun sudah cukup untuk pengalaman yang telah ia peroleh menjadi seorang ketua, untuk itu jabatannya akan diserahkan kepada Fadilla Sukma dan wakilnya Laili Khasanah. Menunjuk sebagai ketua tidak sekedar asal tunjuk. Setiap calon akan dipilih secara voting. Selain itu, memberikan visi & misi nya untuk kedepannya komunitas ini bagaimana. dan juga Gany selaku mantan ketua dapat membimbing mereka bagaimana caranya mengatur dan memimpin suatu komunitas. Namun, untuk Fadilla Sukma sebentar lagi ia akan melaksanakan magang selama 3 bulan. Selama 3 bulan tidak ada ketua. Hhmmm… tapi kan ada wakilnya. nah selagi ketua fokus magang, wakilnya lah mulai bekerja. Dan dia masih kelas X , yaitu Laili Khasanah. wehehe hebat 😀 yah semoga dengan ditunjuk sebagai jabatan ini dapat melatih untuk menjadi pemimpin yang bijaksana,baik, rajin, sentosa, adil, dan makmur (apaan sih :’v)

Okelah sekian dulu tentang pengurusan DISC. Maaf ya kata-kataku sedikit alay atau gimana ya, hehehe.. udah lama ga nulis artikel jadi… ya gitu lah :v aduh! Aku kok jadi cerewet gini ya? hehehe maaf kan ya sobat 😀 peace…

Okeh… bye!


Menjadi Finalis WEE

Pagi ini cukup cerah hingga bisa dibilang sangat cerah, secerah wajah-wajah peserta lomba WEE (World Education Expo). Ya, tepatnya hari jumat 23 september 2016. Ada 5 tim dari teman teman kita telah lolos pada final tahap pertama di lomba yang di bilang cukup keren ini.
Lomba ini bertemakan tentang Business Plan, ya memang agak cukup melenceng pada kumpulan komunitas kita sih. Bayangkan aja, kita yang biasanya kumpul bahas tentang dunia IT atau dunia teknologi mencoba untuk mengikuti lomba WEE bussinies plan ini yang mengarah pada konsep makanan dan minuman yang dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru.
Dag dug dug derrrr. Terlihat dari detakkan jantung mereka yang gugup ketika akan mempresentasikan ide mereka masing masing, padahal kita semua masih berada di sekolah, hihi. Kebetulan seleksi final tahap pertama ini berada di Hotel Sheraton Surabaya, jadi kita membutuhkan transportasi yang dapat mengangkut 15 orang dari 5 tim. Jarum jam mengarah pada 07.45 WIB, dan akhirnya para finalis lomba berangkat menuju arah utara. Di perjalanan, tak ada satupun yang ingin memulai untuk bergurau. Mereka masih terlihat sangat gugup bahkan ketakutan hingga ada yang ingin mengundurkan diri karena seperti yang saya bilang tadi, lomba ini sangat keren.
Sesampainya di Hotel Sheraton, para finalis bergegas untuk merapikan penampilannya. Satpam menggiring kita pada suatu tempat atau ballroom yang telah di sediakan untuk para peserta finalis WEE. Duduk berbanjar di atas kursi merah, dan kaki menginjak karpet. Kita menunggu, menunggu, dan menunggu juri datang untuk memulai seleksi final tahap pertama ini. Ada yang berdiam diri di sudut ballroom, ada yang keluar masuk kamar mandi, ada yang santai berfoto foto untuk menghilangkan rasa grogi dan sebagainya.
Tepat pada pukul 10.30 final WEE ini dimulai, semua perlengkapan telah di sediakan disana. Para finalis tentunya makin berdebar debar, untungnya ada tiga orang pahlawan yaitu senior kita memberi semangat peredam bagi finalis 15 orang ini.
Kita melawan tim tim lainnya yang berbeda sekolah di surabaya. Kebetulan hanya 5 tim dari sekolah kita yang mewakili kota sidoarjo. Persentasi di depan juripun telah berjalan dan menunggu giliran untuk dipanggil. Tim 1, tim 2, tim 3, tim 4, dan tim 5 telah menyelesaikan tugas mereka untuk menyampaikan ide konsep lomba yang telah mereka pikirkan dalam 1 bulan belakangan ini.
Terlihat sangat lega senyuman di mulut mereka. Alhamdhulillah, semuanya telah berjalan lancar dan sesuai yang telah kita harapkan sebelumnya. Meskipun pada presentasi tadi, kritik dan saran dari juri sangat pedas untuk di dengar. Inilah kemampuan yang kita miliki, masalah kalah ataupun masuk pada penyisihan tahap grand final yang akan di adakan di Jakarta itu belakangan. Yang terpenting, kita memiliki tujuan dan kemampuan untuk mengembangkan diri pada hal yang lebih positif lagi. Kumpul bersama orang orang hebat, yang saling menyalurkan ide ide kreatif mereka itu sudah termasuk kemenangan bagi kita.
Juri memberitahukan bahwa hasil seleksi babak pertama ini akan di publikasikan melalui email pada finalis yang masuk tahap grand final. Travel telah menunggu di depan, akhirnya kitapun bergegas pulang meninggalkan finalis lainnya yang menunggu giliran untuk menghadap juri.