Peringatan Hari Pahlawan (10 November 2016)

SALAM MERDEKA PARA MUDA !!

 

Sudah pada tahu hari ini hari apa ?? Ya !! Hari ini adalah Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 1945. Tidak terasa sudah 71 tahun lamanya negara kita yaitu Indonesia telah merdeka melawan para penjajah. Dan juga tidak terasa 71 tahun kita memperingati Hari Pahlawan yang terjadi di kota Pahlawan, Surabaya. Kota tersebut banyak sekali menyimpan kenangan berharga bagi Indonesia. Banyak sekali darah yang tumpah di kota itu pada saat peperangan. Namun, darah itu tidak sia-sia mereka korbankan demi Tanah Air yang kini telah mencapai kemerdekaannya. Maka dari itu, peristiwa tersebut adalah momen yang paling penting bagi bangsa Indonesia.

  • Sejarah Terjadinya Hari Pahlawan
  • 10nopember-4

Mengapa tanggal 10 November selalu diperingati Hari Pahlawan ? karena pada dahulu kala ada satu peristiwa hebat di mana berlangsung satu konfrontasi di Surabaya pada arek arek Suroboyo (anak anak Surabaya) melawan serdadu NICA. Sumarsono selaku mantan dari gerakan PRI (Pemuda Republik Indonesia) juga turut andil dalam peristiwa itu. Sumarsono lah yang memberi usul pada Presiden Soekarno buat mewujudkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Peristiwa peperangan yang berlangsung di kota Pahlawan itu jadi legitimasi peran prajurit dalam usaha memerdekakan Indonesia. Menjadikan nilai kepahlawanan tercanang pada sebuah perjuangan untuk menghadapi agresi militer, dan guna memobilisasi kepahlawanan dengan militeristik. Maka dari itulah tanggal 10 November dijadikan sebagai hari Pahlawan.

Latar belakang insiden ini terjadi ialah terdapat peristiwa hotel yamato Surabaya. Saat itu masyarakat Belanda yang dipimpin oleh Mr. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel Yamato. Hal tesebutlah yang membuat amarah warga di Surabaya pun naik. Hal itu dinilai sudah menghina kedaulatan bangsa Indonesia serta kemerdekaan Idonesia yang sudah diploklamirkan di tanggal 17 Agustus 1945.

Kemudian terjadilah peperangan antara warga Indonesia dengan para tentara Inggris di tanggal 27 Oktober 1945. Beberapa serangan kecil kemudian menjadi besar yang hampir saja membuat para tentara Inggris lumpuh, sebelum pada kelanjutannya Jenderal D.C Hwthorn pun mengharapkan bantuan dari Ir. Soekarno.

Keadaan hari demi hari mulai reda usai menandatangani gencatan senjata pada 29 Oktober 1945. Akan tetapi, bentrokan senjata masih saja terjadi. Bentrokan tersebut mencapai puncaknya saat pimpinan tentara Inggris untuk daerah Jawa Timur, yakni Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh. Mobil yang dinaiki oleh Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan kelompok milisi dari Indonesia. Karena sebuah kesalahpahaman, akhirnya terjadilah baku tembak yang kemudian membuat Brigadir Jenderal Mallaby tewas.

Pada tanggal 10 November 1945 pagi hari, tentara Inggris melakukan aksi yang disebutnya sebagai Ricklef pada pojok pojok kota Surabaya. Pertempuran yang mengerikan pun dibalas dengan pertahanan dari ribuah penduduk kota. Pasukan Inggris telah berhasil merebut kota dalam waktu tiga hari saja. Namun, pertempuran benar benar redam setelah tiga minggu. Terdapat sekitar 6000 rakyat Indonesia gugur serta ribuan penduduk ada yang meninggalkan kota.

  • Makna Hari Pahlawan

Hari Pahlawan juga memiliki makna tersendiri. Terdapat ungkapan yang populer menyebutkan bahwa ‘Bangsa yang besar ialah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya”. Apabila bangsa tidak memiliki pahlawan berarti sama saja bahwa bangsa tersebut tidak mempunyai hal yang dibanggakan. Apabila suatu bangsa tak mempunyai sosok yang patut untuk dibanggakan, maka bangsa itu merupakan satu bangsa yang belum memiliki harga diri.

Mengapa hari pahlawan diperingati pada tanggal 10 November? Pasalnya, saat itu para pahlawan bangsa Indonesia telah bertempur keras untuk memerdekakan Tanah Air. Hanya bersenjatakan bambu runcing, namun para pejuang bangsa ini mampu menghadapi tentara Inggris yang ada di Surabaya dengan gagah dan berani. Senjata api yang dimiliki Indonesia saat itu sangatlah minim. Akan tetapi, perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan Indonesia begitu besar. Terdapat salah satu tokoh terkenal dalam perjuangan itu, ia adalah Bung Tomo. Bung Tomo sanggup kobarkan semangat para pemuda di Surabaya melalui siaran siaran radio.

Memang saat ini masyarakat Indonesia tidak lagi turut melawan penjajah seperti halnya para pahlawan kala itu. Oleh karena itu sekarang ini tugas untuk para penerus bangsa ini adalah memberikan arti baru mengenai kepahlawanan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia ini yang tentunya seiring dengan perkembangan zaman.

Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia  mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

bung_tomo

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ariKH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Nah, para muda asal mula terjadi peristiwa 10 November yang selalu kita peringati setiap tahunnya yang disebut Hari Pahlawan. Betapa besarya para pejuang yang rela menumpahkan darahnya demi tanah air. Oleh sebab itu, kita sebagai warga yang baik janganlah melupakn peristiwa tersebut dan selalu mengenangnya dan menerapkan di kehidupan kita saat ini.

Baiklah, mungkin artikel ini cukup untuk mengelupas peristiwa bersejarah tersebut. Atau para muda ingin tanya-tanya? Silahkan tinggalkan komentar ^^

Oke, saya akhiri .. wassalamu’alaikum

MERDEKA !!!!

Source : wikipedia.com

 


MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA

Assalamu’alaikum Para Muda !!

Semangat Muda pasti tetap melekat pada diri kita. Semangat kita sebenarnya belum ada apa-apanya dibanding dengan semangat para pemuda zaman dulu yang rela membela tanah air. Maka dari itu kita harus tetap menyalakan semangat api kita apapun yang terjadi, entah itu tugas numpuk, patah hati, tidak punya uang, tapi api semangat kita tak pernah padam bukan? hehehe. Nah, untuk kesempatan kali ini, saya akan memebawakan beberapa kutipan pada artikel ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

sumpah-pemuda-1

Sebelum ke Sumpah Pemuda, Bagaimana tanggapan kalian dengan sikap atau perilaku pemuda zaman sekarang? Pemuda zaman sekarang banyak sekali yang menghiraukan jasa-jasa pahlawan kita dulu. Dengan melakukan hal-hal negatif seperti tawuran, minum minuman keras, membolos sekolah, selain itu banyak juga yang menyalah gunakan fasilitas gadget dan internet untuk hal negatif. Padahal internet hanya untuk mempermudah umat manusia untuk mencari informasi atau pun untuk mempermudah pekerjaan. Ini adalah sebuah contoh untuk kita semua supaya menghindari hal tersebut agar tidak terjerumus ke hal yang tidak baik. Semoga teman-teman yang membaca ini tidak ada yang suka melakukan hal sedemikian, walaupun ada, semoga kembali ke jalan yang benar, karena kasihan orang tua kita teman-teman. Orang tua kita banting tulang mencari uang, malah anaknya hura-hura dengan perilaku negatif. Daripada melakukang yang tidak-tidak, lebih baik melakukan hal yang positif tentunya. Seperti mengikuti organisasi, belajar tentang IT, dan lain sebagainya yang penting positif.

Oke, kembali lagi ke topik awal. Sebagai pemuda tanah air yang baik, yuk kita sedikit mengingat jasa-jasa para pahlawan kita yang telah rela gugur demi negara kita tercinta.

 

APA ITU SUMPAH PEMUDA?

 

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.

Istilah “Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.[2] Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[3]. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

 

BAGAIMANA  PERISTIWA SUMPAH PEMUDA BISA TERJADI ?

 

Pada tahun 1908, ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo yang di prakarsai oleh Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan EFE. Douwes Dekker, bangsa Indonesia mulai bangkit. Tujuan utama dari berdirinya organisasi ini adalah untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, memajukan bidang pendidikan, pertanian, peternakan dan kebudayaan yang selama ini telah di batasi pada masa penjajahan. Seiring dengan perkembangannya muncullah organisasi organisasi kepemudaan seperti Tri Koro Darmo (Jong Java), Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Betawi dan sebagainya. Organisasi organisasi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya sumpah pemuda, salah satunya yang paling gencar mengumandangkan persatuan bangsa adalah Perhimpunan Indonesia (PI).

 

Dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan antar organisasi pemuda yang sudah ada dimulailah pertemuan pertemuan untuk menemukan kata mufakat hingga pada 15 November 1925 diadakanlah kongres pemuda untuk membentuk panitia pelaksanaan kesepakatan  bersama. Pada tanggal 30 April 1926 terjadilah Kongres Pemuda I.

 

Hasil dari rapat tersebut  merumuskan dasar dasar pemikiran bersama, yaitu :

  1. Kemerdekaan Indonesia dari penjajah merupakan cita cita bersama seluruh pemuda Indonesia
  2. Seluruh organisasi pemuda bertujuan untuk menggalang persatuan.

 

Hingga kemudian di selenggarakannya Kongres Pemuda II yang di pelopori oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres tersebut diadakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 26 – 28 Oktober 1928 di Jakarta.

 

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta :

•        Abdul Muthalib Sangadji
•        Purnama Wulan
•        Abdul Rachman
•        Raden Soeharto
•        Abu Hanifah
•        Raden Soekamso
•        Adnan Kapau Gani
•        Ramelan
•        Amir (Dienaren van Indie)
•        Saerun (Keng Po)
•        Anta Permana
•        Sahardjo
•        Anwari
•        Sarbini
•        Arnold Manonutu
•        Sarmidi Mangunsarkoro
•        Assaat
•        Sartono
•        Bahder Djohan
•        S.M. Kartosoewirjo
•        Dali
•        Setiawan
•        Darsa
•        Sigit (Indonesische Studieclub)
•        Dien Pantouw
•        Siti Sundari
•        Djuanda
•        Sjahpuddin Latif
•        Dr.Pijper
•        Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
•        Emma Puradiredja
•        Soejono Djoenoed Poeponegoro
•        Halim
•        R.M. Djoko Marsaid
•        Hamami
•        Soekamto
•        Jo Tumbuhan
•        Soekmono
•        Joesoepadi
•        Soekowati (Volksraad)
•        Jos Masdani

  •     Soemanang
    •        Kadir
    •        Soemarto
    •        Karto Menggolo
    •        Soenario (PAPI & INPO)
    •        Kasman Singodimedjo
    •        Soerjadi
    •        Koentjoro Poerbopranoto
    •        Soewadji Prawirohardjo
    •        Martakusuma
    •        Soewirjo
    •        Masmoen Rasid
    •        Soeworo
    •        Mohammad Ali Hanafiah
    •        Suhara
    •        Mohammad Nazif
    •        Sujono (Volksraad)
    •        Mohammad Roem
    •        Sulaeman
    •        Mohammad Tabrani
    •        Suwarni
    •        Mohammad Tamzil
    •        Tjahija
    •        Muhidin (Pasundan)
    •        Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
    •        Mukarno
    •        Wilopo
    •        Muwardi
    •        Wage Rudolf Soepratman
    •        Nona TumbelISI SUMPAH PEMUDA

 

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :


PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

Semoga kita dapat meneladani sikap pahlawan dan menjadi generasi muda yang membanggakan bagi bangsa dan negara.

TERUS SEMANGAT KAWAN !!! \^0^/

Baiklah, sampai disini dulu ya ,para muda…

Kurang lebihnya saya mohon maaf. Sampai jumpa…

 

Wassalamu’alaikum …


Apa sih Menariknya Jurusan MultiMedia ?

Assalamu’alikum

Hay 😀 // .. Apa kabar sobat ?
Jumpa lagi dengan saya (Dhuha) . Kali ini saya akan mengulik sedikit tentang Multi Media. Yaitu dimana suatu jurusan yang ada di beberapa Sekolah Kejuruan termasuk SMK PGRI 2 SIDOARJO. Baik, langsung saja ke topik pembicaraan tersebut.

APA SIH MENARIKNYA MEMILIH JURUSAN MULTIMEDIA ?? 

multimedia-camera-video-movie-film-cinema-logo-template-one
Multi Media, banyak yang membicarakan apabila jurusan ini adalah jurusan yang paling santai dan mengasyikkan. Dari teori sampai praktek. Kok bisa ya dibilang paling santai? Memangnya apa sih materi-materi yang sedang dipelajari sehingga jurusan ini yang katanya tidak membuat jenuh dan membosankan. Apa mungkin dari faktor pengajar? Atau mungkin memang awal dari dasar anaknya yang sangat minat dalam bidang ini, jadi pelajaran produktif dibilang sangat mudah. Nah, karen saya penasaran, saya akan sedikit kepo ke teman-teman yang memang memilih jurusan tersebut.
Oke, berikut beberapa pertanyaan yang saya lontarkan kepada mereka.

1. Apa Yang Membuat Anda Tertarik Pada Jurusan Ini ?
Karena di jurusan Multimedia harus bermodalkan kreativitas. Naah, itu kan tantangan bagi saya. Aku suka tantangan dan jurusan Multi Media.
– Franzischa (XII MM)
Karena di jurusan Multimedia, saya bisa mempelajari semua yang berhubungan dengan teknologi dan kreatifitas terutama di bidang seni grafis. Seperti design, editing, dan fotografi
– Tiara (X MM 1)
Yang membuat saya tertarik mengambil jurusan MM yaitu mengasah pikiran saya untuk berkreasi dalam bidang apapun, karena Multimedia itu dapat dikombinasikan dengan semua hal di kehidupan kita semua.
– Gany Wijaya (XII MM)
Karena saya ingin Fotografi.
– Dimas Achmad (XII MM)

2. Apa Yang Membuat Belajar Menjadi Tidak Membosankan?
Jurusan Multimedia adalah minat saya untuk di bidang karir. Jadi apapun belajar tentang Multimedia tidak menjadi bosan dan selalu menarik buat saya. Karena saya minat di bidang itu.
– Franzischa (XII MM)
Belajar yang tidak hanya di materi saja, tetapi langsung dipraktekkan atau menggunakan metode belajar lain, seperti menggukan video pembelajaran atau pun lainnya.
– Tiara (X MM 1)
Menurut saya berkreasi itu cara belajar menjadi seru, selain itu hal yang saya khayalkan atau saya imajinasikan bisa saya aplikasikan ke dalam kehidupan saya melalui kejurusan yang saya ambil. Serunya kejuruan saya yang tidak membuat bosan biasanya tergantung dari kepribadian masing-masing.
– Gany Wijaya (XII MM)
Tidak membosankan bisa mempunyai kamera sendiri.
– Dimas Achmad (XII MM)

3. Apa Yang Paling Anda Suka Dari Materi Kejuruan Ini ?
Fotografi dan Design.
– Franzischa (XII MM)
Design dan Editing.
– Tiara (X MM 1)
Design 2D, dan 3D. Keduanya tersebut menjadi favorit saya.
– Gany Wijaya (XII MM)
Kegiatan Fotografi.
– Dimas Achmad (XII MM)

4. Apa Yang Sudah Anda Dapat/Hasilkan Dari Belajar Di Jurusan Multimedia ?
Foto Model, Stop Motion, Foto Produk, Design Web, dan Membuat Iklan.
– Franzischa (XII MM)
Karya Editing, Typography, Membuat halaman web.
– Tiara (X MM 1)
Yang saya dapat dari karya seperti hasil 2D saya yaitu Design Grafis, jika 3D berupa Modeling Objek/Arsitek.
– Gany Wijaya (XII MM)

Yang saya dapat, ya ilmu Fotography dari segi fotonya.
– Dimas Achmad (XII MM)

5. Siapa Guru Favorit Anda Dan Apa Alasannya Sehingga Anda Memilih Sebagai Guru Favorit?
Pak Bima. Karena beliau bukan hanya mengajarkan saya, beliau juga memberikan motivasi yang lebih untuk murid-muridnya.
– Franzischa (XII MM)
Pak Rusydi. Karena beliau mau mengajarkan murid-muridnya yang awalnya tidak bisa, sampai benar-benar memahami isi dari materi pelajaran yang diajarkan.
Bu Nayla. Karena beliau telah mengajarkan kami tentang kedisiplinan.
– Tiara (X MM 1)
Pak Bima lah guru favorit saya, beliaulah yang memberikan motivasi terhadap teman sekelas saya, dan termasuk saya. Karena beliau tidak pernah mengajarkan untuk putus asa ataupun menyerah.
– Gany Wijaya (XII MM)
Pak Bima. Karena beliau memberikan kesan yang banyak dan bermotivasi.
– Dimas Achmad (XII MM)

6. Apa pesan Anda Untuk Beliau Bila Telah Lulus Nanti ?
Pak Bima, terima kasih ya atas semua ilmu dan motivasinya. Tetap menjadi guru yang spesial selamanya <3

– Franzischa (XII MM)

Terima kasih telah mengajarkan kami tentang kedisiplinan dan mengajarkan kami untuk tidak menjadi generasi yang merusak moral bangsa.

– Tiara (X MM 1)

Pesan saya untuk Pak Bima, jangan tinggalkan PGRI 2 pak, berikan yang terbaik untuk PGRI 2 , masih banyak yang membutuhkan Pak Bima. Terutama saya.

– Gany Wijaya (XII MM)

Pesan saya ya cuma memberikan terima kasih sudah mengajari dengan baik.

– Dimas Achmad (XII MM)

Dari kesekian pertanyaan saya yang telah dijawab, kini saya sudah tahu apa alasan mereka untuk mengambil jurusan ini. Nah, untuk adek-adek yang ingin mengambil Sekolah Kejuruan, mungkin Multimedia bisa menjadi resensi untuk adek-adek, jurusan ini memang menarik. J Dan juga untuk teman-teman, semoga kedepannya sukses selalu, ilmu makin barokah dan semoga tidak pernah menyesal untuk mengambil jurusan Multimedia.

Oke lah, Berhubung sudah malam dan saya juga ada tugas sekolah yang belum saya kerjakan (curhat) :v hehehe…. Saya akhiri ya.. Selamat Malam !

Wassalamu’alaikum :)

 

 

 


Menjadi Finalis WEE

Pagi ini cukup cerah hingga bisa dibilang sangat cerah, secerah wajah-wajah peserta lomba WEE (World Education Expo). Ya, tepatnya hari jumat 23 september 2016. Ada 5 tim dari teman teman kita telah lolos pada final tahap pertama di lomba yang di bilang cukup keren ini.
Lomba ini bertemakan tentang Business Plan, ya memang agak cukup melenceng pada kumpulan komunitas kita sih. Bayangkan aja, kita yang biasanya kumpul bahas tentang dunia IT atau dunia teknologi mencoba untuk mengikuti lomba WEE bussinies plan ini yang mengarah pada konsep makanan dan minuman yang dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru.
Dag dug dug derrrr. Terlihat dari detakkan jantung mereka yang gugup ketika akan mempresentasikan ide mereka masing masing, padahal kita semua masih berada di sekolah, hihi. Kebetulan seleksi final tahap pertama ini berada di Hotel Sheraton Surabaya, jadi kita membutuhkan transportasi yang dapat mengangkut 15 orang dari 5 tim. Jarum jam mengarah pada 07.45 WIB, dan akhirnya para finalis lomba berangkat menuju arah utara. Di perjalanan, tak ada satupun yang ingin memulai untuk bergurau. Mereka masih terlihat sangat gugup bahkan ketakutan hingga ada yang ingin mengundurkan diri karena seperti yang saya bilang tadi, lomba ini sangat keren.
Sesampainya di Hotel Sheraton, para finalis bergegas untuk merapikan penampilannya. Satpam menggiring kita pada suatu tempat atau ballroom yang telah di sediakan untuk para peserta finalis WEE. Duduk berbanjar di atas kursi merah, dan kaki menginjak karpet. Kita menunggu, menunggu, dan menunggu juri datang untuk memulai seleksi final tahap pertama ini. Ada yang berdiam diri di sudut ballroom, ada yang keluar masuk kamar mandi, ada yang santai berfoto foto untuk menghilangkan rasa grogi dan sebagainya.
Tepat pada pukul 10.30 final WEE ini dimulai, semua perlengkapan telah di sediakan disana. Para finalis tentunya makin berdebar debar, untungnya ada tiga orang pahlawan yaitu senior kita memberi semangat peredam bagi finalis 15 orang ini.
Kita melawan tim tim lainnya yang berbeda sekolah di surabaya. Kebetulan hanya 5 tim dari sekolah kita yang mewakili kota sidoarjo. Persentasi di depan juripun telah berjalan dan menunggu giliran untuk dipanggil. Tim 1, tim 2, tim 3, tim 4, dan tim 5 telah menyelesaikan tugas mereka untuk menyampaikan ide konsep lomba yang telah mereka pikirkan dalam 1 bulan belakangan ini.
Terlihat sangat lega senyuman di mulut mereka. Alhamdhulillah, semuanya telah berjalan lancar dan sesuai yang telah kita harapkan sebelumnya. Meskipun pada presentasi tadi, kritik dan saran dari juri sangat pedas untuk di dengar. Inilah kemampuan yang kita miliki, masalah kalah ataupun masuk pada penyisihan tahap grand final yang akan di adakan di Jakarta itu belakangan. Yang terpenting, kita memiliki tujuan dan kemampuan untuk mengembangkan diri pada hal yang lebih positif lagi. Kumpul bersama orang orang hebat, yang saling menyalurkan ide ide kreatif mereka itu sudah termasuk kemenangan bagi kita.
Juri memberitahukan bahwa hasil seleksi babak pertama ini akan di publikasikan melalui email pada finalis yang masuk tahap grand final. Travel telah menunggu di depan, akhirnya kitapun bergegas pulang meninggalkan finalis lainnya yang menunggu giliran untuk menghadap juri.


Wawancara: Hafiz Noya Prasetyo

Halo, di posting kategori Wawancara pertama kali untuk komunitas ini mewawancarai salah satu anggota yang memiliki bakat menggambar. Ternyata tanggal kelahiran teman kita ini pertepatan sehari sebelum komunitas DISC di bentuk. Yuk mari kita kenal lebih dekat…

Bisa tolong kenalkan siapa Anda?
Hafiz Noya Prasetyo. Asal Surabaya, besar di Sidoarjo. Lahir pada 4 April 1998. Anak kedua dari 2 bersaudara. Pelajar di SMK PGRI 2 Sidoarjo. Rencana mau lanjut kuliah DKV, dan masih bingung kemana. Hobby corat-coret semua yang berhubungan dengan visual dan teknologi.
Tahun 2015 ini alhamdulillah banyak momen ajaib yang tak pernah saya alami sebelumnya. Seperti Juara 5 di BBM Sticker Challenge, kemudian Juara 4 di Kreavi Challenge Surabaya City of Heroes, bertepatan dengan hari pahlawan dan menggambarkannya dalam berupa poster. Reward berupa nominal, trophy dari PemKot Surabaya, plus dinner bersama Bu Risma bersama Ke-sepuluh finalis, Tim Kreavi, dan orang-orang keren lainnya. Misal Yansen Kamto, dll.

Kesibukan apa yang sedang di pelajari?
Untuk sekarang lebih mendalami dunia digital painting dan ilustrasi, untuk vector tetap jalan, tapi porsinya lebih sedikit. Jadi niat ku tiap hari paling enggak aku doodle manual atau digital. Buat mengisi waktu, juga secara tidak langsung mengasah skill ku. Dunia video, sebagai visual fx. Animasi, after effect, animasi ini lebih aku fokuskan ke animasi karakter. Belajar bisnis juga 😀 belajar komunikasi yang lebih baik.

Bagaimana cara Anda menemukan passion?
Cari apa yang benar-benar disukai. Tanpa suruhan, maupun paksaan dan lakukan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. Niati untuk jadi lebih maju, dan bukan karena uang. Materi itu bonus. Karena diluar sana banyak sekali orang-orang keren yang BISA dan sukses. Cari orang-orang yang sebidang untuk sharing dan nggak ada gunanya terus mengeluh, karena itu hal yang bikin diri tidak maju :) plus jangan gunakan kekurangan apapun sebagai alasan buat maju. Gunakan tiap momen free untuk belajar apa yang belum kita tahu. Media bisa “lewat apa saja”. Tetap semangat!

Saat semangat sedang turun, apa yang sebaiknya di lakukan untuk menambah semangat?
Ada dua. Bisa kemungkinan diri lagi butuh istirahat atau kurang bahan peninggi mood tadi.
Misal, belajar terus-terusan tidak istirahat malah tidak baik. Otak juga jenuh, lama-lama bosan, malas, stuck, buyar. Hapus project tadi 😀 ada? ADA. Kalau sudah begitu berarti kita butuh istirahat sejenak, cari udara segar, nikmatin sekitar. Bisa saja disekitar kita itu banyak sekali inspirasi tak terduga untuk kita.
Kurang peninggi mood. Oke. Siapa aja nih tidak bisa dipungkiri, semua butuh ini. Mungkin kita ada yang jenis suka dengerin musik tertentu biar tambah semangat, atau suka kerja di tempat terbuka, sambil ngemil, ngopi atau kerja rame-rame bareng teman atau pacar 😀 banyak banget untuk hal ini, itu saja sih. Kalau aku sendiri untuk benar-benar fokus, perlu tempat lingkungan yang hening, bukan “sepi”, ditambah musik plus cemilan 😀 masalah tempat, aku bisa dimana saja.

Saran apa yang bisa diberikan untuk komunitas dan teman-teman yang lain ke depannya?
Ya tetap semangat aja. Saling nyemangatin, share apa yang perlu kita share. Lakukan fokus kita ke bidang apa. Jangan mengeluh. Jujur, untuk komunitas setingkat SMA, wajar masih butuh banyak belajar dari luar, aku pun juga begitu. Kembali ke diri masing-masing 😀