MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA

Assalamu’alaikum Para Muda !!

Semangat Muda pasti tetap melekat pada diri kita. Semangat kita sebenarnya belum ada apa-apanya dibanding dengan semangat para pemuda zaman dulu yang rela membela tanah air. Maka dari itu kita harus tetap menyalakan semangat api kita apapun yang terjadi, entah itu tugas numpuk, patah hati, tidak punya uang, tapi api semangat kita tak pernah padam bukan? hehehe. Nah, untuk kesempatan kali ini, saya akan memebawakan beberapa kutipan pada artikel ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

sumpah-pemuda-1

Sebelum ke Sumpah Pemuda, Bagaimana tanggapan kalian dengan sikap atau perilaku pemuda zaman sekarang? Pemuda zaman sekarang banyak sekali yang menghiraukan jasa-jasa pahlawan kita dulu. Dengan melakukan hal-hal negatif seperti tawuran, minum minuman keras, membolos sekolah, selain itu banyak juga yang menyalah gunakan fasilitas gadget dan internet untuk hal negatif. Padahal internet hanya untuk mempermudah umat manusia untuk mencari informasi atau pun untuk mempermudah pekerjaan. Ini adalah sebuah contoh untuk kita semua supaya menghindari hal tersebut agar tidak terjerumus ke hal yang tidak baik. Semoga teman-teman yang membaca ini tidak ada yang suka melakukan hal sedemikian, walaupun ada, semoga kembali ke jalan yang benar, karena kasihan orang tua kita teman-teman. Orang tua kita banting tulang mencari uang, malah anaknya hura-hura dengan perilaku negatif. Daripada melakukang yang tidak-tidak, lebih baik melakukan hal yang positif tentunya. Seperti mengikuti organisasi, belajar tentang IT, dan lain sebagainya yang penting positif.

Oke, kembali lagi ke topik awal. Sebagai pemuda tanah air yang baik, yuk kita sedikit mengingat jasa-jasa para pahlawan kita yang telah rela gugur demi negara kita tercinta.

 

APA ITU SUMPAH PEMUDA?

 

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.

Istilah “Sumpah Pemuda” sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.[2] Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda[3]. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

 

BAGAIMANA  PERISTIWA SUMPAH PEMUDA BISA TERJADI ?

 

Pada tahun 1908, ditandai dengan berdirinya organisasi Budi Utomo yang di prakarsai oleh Dr. Sutomo, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan EFE. Douwes Dekker, bangsa Indonesia mulai bangkit. Tujuan utama dari berdirinya organisasi ini adalah untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik, memajukan bidang pendidikan, pertanian, peternakan dan kebudayaan yang selama ini telah di batasi pada masa penjajahan. Seiring dengan perkembangannya muncullah organisasi organisasi kepemudaan seperti Tri Koro Darmo (Jong Java), Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Betawi dan sebagainya. Organisasi organisasi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya sumpah pemuda, salah satunya yang paling gencar mengumandangkan persatuan bangsa adalah Perhimpunan Indonesia (PI).

 

Dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan antar organisasi pemuda yang sudah ada dimulailah pertemuan pertemuan untuk menemukan kata mufakat hingga pada 15 November 1925 diadakanlah kongres pemuda untuk membentuk panitia pelaksanaan kesepakatan  bersama. Pada tanggal 30 April 1926 terjadilah Kongres Pemuda I.

 

Hasil dari rapat tersebut  merumuskan dasar dasar pemikiran bersama, yaitu :

  1. Kemerdekaan Indonesia dari penjajah merupakan cita cita bersama seluruh pemuda Indonesia
  2. Seluruh organisasi pemuda bertujuan untuk menggalang persatuan.

 

Hingga kemudian di selenggarakannya Kongres Pemuda II yang di pelopori oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres tersebut diadakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 26 – 28 Oktober 1928 di Jakarta.

 

Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :

Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta :

•        Abdul Muthalib Sangadji
•        Purnama Wulan
•        Abdul Rachman
•        Raden Soeharto
•        Abu Hanifah
•        Raden Soekamso
•        Adnan Kapau Gani
•        Ramelan
•        Amir (Dienaren van Indie)
•        Saerun (Keng Po)
•        Anta Permana
•        Sahardjo
•        Anwari
•        Sarbini
•        Arnold Manonutu
•        Sarmidi Mangunsarkoro
•        Assaat
•        Sartono
•        Bahder Djohan
•        S.M. Kartosoewirjo
•        Dali
•        Setiawan
•        Darsa
•        Sigit (Indonesische Studieclub)
•        Dien Pantouw
•        Siti Sundari
•        Djuanda
•        Sjahpuddin Latif
•        Dr.Pijper
•        Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
•        Emma Puradiredja
•        Soejono Djoenoed Poeponegoro
•        Halim
•        R.M. Djoko Marsaid
•        Hamami
•        Soekamto
•        Jo Tumbuhan
•        Soekmono
•        Joesoepadi
•        Soekowati (Volksraad)
•        Jos Masdani

  •     Soemanang
    •        Kadir
    •        Soemarto
    •        Karto Menggolo
    •        Soenario (PAPI & INPO)
    •        Kasman Singodimedjo
    •        Soerjadi
    •        Koentjoro Poerbopranoto
    •        Soewadji Prawirohardjo
    •        Martakusuma
    •        Soewirjo
    •        Masmoen Rasid
    •        Soeworo
    •        Mohammad Ali Hanafiah
    •        Suhara
    •        Mohammad Nazif
    •        Sujono (Volksraad)
    •        Mohammad Roem
    •        Sulaeman
    •        Mohammad Tabrani
    •        Suwarni
    •        Mohammad Tamzil
    •        Tjahija
    •        Muhidin (Pasundan)
    •        Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
    •        Mukarno
    •        Wilopo
    •        Muwardi
    •        Wage Rudolf Soepratman
    •        Nona TumbelISI SUMPAH PEMUDA

 

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin

Isi Dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :


PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).

KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial hindia belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.

Semoga kita dapat meneladani sikap pahlawan dan menjadi generasi muda yang membanggakan bagi bangsa dan negara.

TERUS SEMANGAT KAWAN !!! \^0^/

Baiklah, sampai disini dulu ya ,para muda…

Kurang lebihnya saya mohon maaf. Sampai jumpa…

 

Wassalamu’alaikum …

  • http://garrystudio.com/ Garry Priambudi

    Semangat Pemuda


Share This